Tampilkan postingan dengan label KREASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KREASI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2019

Kreasi Pembelajaran

Peserta didik perlu dilatih untuk berpikir dan berkreasi dalam proses pembelajaran. Bukan menjadi objek pembelajaran yang pasif.
Berikut ini saya share video bahan pembelajaran Matematika tentang jaring-jaring Kubus.


Video Bahan Ajar

Langkahnya:
1. Peserta didik diminta untuk menyusun kreasi dengan menggunakan bangun persegi
2. Peserta didik diminta menggambar kreasinya
3. Peserta didik diminta menyelidiki hasil gambar mana yang merupakan jaring-jaring kubus

Rabu, 13 Maret 2019

Bahan Belajar Berbasis Web

Kali ini saya akan berbagi tentang materi bahan ajar berbasis web yang dapat dibuat sendiri oleh pengawas. Sebut saja namanya web belajar. Tampilan templatenya seperti gambar.
Template Bahan Ajar Berbasis Web

Template itu dapat diubah sesuai dengan kebutuhan sekolah, misalnya diubah menjadi milik sekolah "ANGKASA" maka tampilannya seperti ini.

Pada tab browser (google) juga bisa diubah sesuai dengan kebutuhan sekolah. Pada contoh ini tab nya berjudul "PENGAWAS HEBAT". Saya beri nama Tab seperti itu dengan harapan pengawas belajar membuat desain seperti itu, selanjutnya memberikan bimbingan kepada guru binaan di sekolah. Sekaligus juga memberikan template itu secara cuma-cuma. Sekali lagi cuma-cuma. Alias gratis.

Lalu? untuk apa template itu. Ya! sebenarnya intinya ada di sini. Template itu bisa dianalogikan seperti tas atau lemari yang bisa diisi sesuai dengan kebutuhan sekolah. Bisa diisi bahan ajar, soal untuk ulangan, soal ujian, kuis, animasi untuk pembelajaran. Semua isi yang ada dapat dijalankan secara on line dan off line. Jadi bisa digunakan untuk memfasilitasi sekolah yang memiliki sarpras komputer dan jaringan sampai ke sekolah satu atap yang hanya memiliki satu laptop dan 1 LCD.
Misalnya kita jalankan salah satu menu himpunan, maka muncul tampilan seperti ini.
Tampilan ini adalah bahan ajar himpunan untuk siswa SMP. Sudah berbasis masalah dan pembelajaran sesuai era industri 4.0. Bukan tayangan yang berisi penjelasan-penjelasan. Terkadang guru-guru kita terjebak dalam paradigma lama. Maksudnya menggunakan komputer dalam pembelajaran (pembelajaran berbasis IT), tetapi isinya tayangan adalah penjelasan-penjelasan. Sehingga sebenarnya itu adalah pembelajaran ceramah tetapi pakai komputer.

Nah! kalau di contoh ini tidak demikian. Contoh ini menyajikan ada objek di sebelah kiri dan ada bidang lingkaran di sebelah kanan. Lalu guru dapat mendrag dan drop objek itu untuk memancing berpikir peserta didik. Lalu meminta peserta didik untuk bekerja dalam kelompok memikirkan mengelompokkan objek sehingga menjadi himpunan.

Bahan contoh itu sudah ada di Tas (Template) gratis tadi. Untuk selanjutnya guru di sekolah bisa membuat sendiri seperti itu untuk ditambahkan dalam database bahan ajar. 

Lalu?...apakah sulit membuatnya?
Tentu tidak jika mau belajar dan berusaha, yang penting guru sudah memiliki kemampuan bekerja dengan power point. Nanti tinggal memberi featur tambahan untuk power point. Sebenarnya untuk membuat semacam itu banyak software yang bisa dipakai. Mulai dari Swish Max. Macromedia, Storyline dan sebagainya. Yang penting dapat di publish menjadi folder berbasis Web. Tapi pilihan menggunakan power point dipilih karena paling banyak digunakan oleh guru.

Ok, teman-teman pengawas yang hebat. Mau tantangan dan bermanfaat untuk guru dan peserta didik. Mari belajar bersama.

Selasa, 12 Maret 2019

Panduan Menulis Best Practice

Buku panduan menulis Best Practice untuk Kepala Sekolah dan Pengawas. Uraian disajikan secara runtut, mulai dari cara menemukan masalah sampai menulis bagian-bagian rinci dari karya Best Practice. Dengan membaca dan mengikuti tahapan yang ada di buku, kepala sekolah maupun pengawas pasti dapat menulis Best Practice.

Era Revolusi Industri

Ya, era sekarang sudah demikian maju. Kemajuan dunia teknologi informasi dan komunikasi semakin melaju dengan cepat. Manusia dapat berkomunikasi multi kepentingan, mulai dari sekadar baca informasi, cari informasi hingga menggunakan informasi untuk kepentingan tertentu. Tak pelak lagi, orang yang menguasai teknologi bisa menggunakan kemampuannya untuk dua tujuan. Mengapa ada dua tujuan?. Jawaban sederhananya adalah untuk tujuan baik dan sebaliknya.
Bagaimana dunia pendidikan menghadapi situasi seperti itu?. Perlu upaya yang gigih untuk selalu mencari informasi bahkan memutakhirkan informasi. Sehingga kita tidak mudah dibodohi oleh sekelompok orang yang memanfaatkan ketahuannya untuk mengambil keuntungan dari orang yang belum tahu.

Rabu, 13 Juni 2018

Buku Best Practices Untuk Pengawas dan Kepala Sekolah

Buku Best Practices ini disusun berdasar pengalaman nyata dalam bentuk Praktik Terbaik. Pengalaman melakukan pembinaan dan supervisi sekolah. Melalui strategi dan cara yang berbeda dari biasanya ternyata mampu memberikan dampak yang luar biasa bagi guru dan sekolah. Buku ini dapat digunakan oleh Pengawas dan Kepala Sekolah di seluruh Indonesia, sebagai referensi untuk mengembangkan sekolah. Selain itu dapat pula digunakan sebagai referensi untuk pengusulan angka kredit dalam rangka kenaikan pangkat dan jabatan. 


Naskah Best Practices yang terdapat dalam buku ini telah teruji dalam lomba Best Practices Pengawas Tingkat Nasional. Terdiri dari naskah Best Practices pengawas jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah (SMA/SMK).Untuk naskah SMA/SMK adalah naskah pemenang lomba best practices Tahun 2015. Untuk naskah SMP adalah naskah pemenang lomba Tahun 2018. Sedangkan untuk naskah SD merupakan finalis lomba Tahun 2018.
Segera pesan dan miliki buku yang dicetak terbatas ini


Cara Pesan Buku: 
Transfer via BCA 0390496079 sebesar Rp 100.000,00 (Seratus Ribu Rupiah)
Sertakan email aktif. Buku digital akan dikirm ke email pemesan.
Dapat pesan buku tambah ongkos kirim cp: 085275621271; 081290101549